Featured Posts

  • Prev
  • Next

GEOLOGI DAN MINERALOGI TANAH – IDENTIFIKASI BATUAN BASALT

Posted on : 27-05-2011 | By : Rendika Ferri Kurniawan | In : Uncategorized

0

PAPER MATAKULIAH

GEOLOGI DAN MINERALOGI TANAH

IDENTIFIKASI BATUAN

Dosen:

Prof. Dr. Azwar Maas, M.Sc.

Disusun oleh:

Rendika Ferri K.

09/283972/PN/11762

JURUSAN TANAH

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2011

I. PENDAHULUAN

Bagian luar bumi tertutupi oleh daratan dan lautan dimana bagian dari lautan lebih besar daripada bagian daratan. Akan tetapi karena daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat kita amati langsung dengan dekat maka banyak hal-hal yang dapat pula kita ketahui dengan cepat dan jelas. Salah satu diantaranya adalah kenyataan bahwa daratan tersusun oleh beberapa jenis batuan yang berbeda satu sama lain. Dari jenisnya batuan-batuan tersebut dapat digolongkan menjadi 3 jenis golongan. Mereka adalah : batuan beku (igneous rocks), batuan sediment (sedimentary rocks), dan batuan metamorfosa/malihan (metamorphic rocks). Batuan-batuan tersebut berbeda-beda materi penyusunnya dan berbeda pula proses terbentuknya.

Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan pondasi rumah), dan dacite

Batuan sediment atau sering disebut sedimentary rocks adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembatuan atau lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan. Batuan sediment ini bias digolongkan lagi menjadi beberapa bagian diantaranya batuan sediment klastik, batuan sediment kimia, dan batuan sediment organik. Batuan sediment klastik terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses transportasi.

Batuan metamorf atau batuan malihan adalah batuan yang terbentuk akibat proses perubahan temperature dan/atau tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya. Akibat bertambahnya temperature dan/atau tekanan, batuan sebelumnya akan berubah tektur dan strukturnya sehingga membentuk batuan baru dengan tekstur dan struktur yang baru pula.

Analisis Batuan diperlukan untuk mengetahui struktur dan kandungan yang terdapat dalam batuan serta jenis mineral yang menyusun batuan tersebut.

II. ANALISIS BATUAN

Nama Batuan              : Basalt

Jenis Batuan                : Beku (Igneous Rocks)

Komposisi                   : SiO2, feldspar, pyroxene, olivine, magnetite, and ilmenite

Gambar 1.0. Batuan Basalt

Basalt mempunyai komposisi mineral yang bermacam-macam. Plagioclase feldspar, pyroxene, olivine, magnetite, and ilmenite mineral yang umumnya ditemukan di batuan basalt.

Mineralogical properties

Analisis X-ray menunjukkan bahwa kandungan utama berupa Augite dan Feldspar. Heamatite, calcite and zeolite hanya terdapat dalam jumlah sedikit. Analsis petrokimia menunjukkan kandungan mineral berupa:

  • Olivine: sebagai mineral utama
  • Feldspar: terbentuk sebagai plagioclase
  • pyroxene: terbentuk sebagai clinopyroxene
  • Calcite and zeolite: sebagai mineral sekunder

Karakteristik Kimia

Analisis kimia menunjukkan kandungan kimia berupa:

Fe2O3 13.2 – 14.3 %
MnO 0.19 – 0.22 %
TiO2 2.8 – 3.3 %
CaO 9.9 – 11.8 %
K2O 0.53 – 1.3 %
SiO2 40 – 43 %
Na2O 0.62 – 2.5 %
Al2O3 11.8 – 12.7 %
P2O5 0.57 – 0.65 %
MgO 9.15 – 9.8 %

BASALT adalah batuan beku vulkanik, yang berasal dari hasil pembekuan magma berkomposisi basa di permukaan atau dekat permukaan bumi. Biasanya membentuk lempeng samudera di dunia. Mempunyai ukuran butir yang sangat baik sehingga kehadiran mineral mineral tidak terlihat. Basalt adalah umum ekstrusif batuan vulkanik . Biasanya berwarna abu-abu menjadi hitam dan halus karena pendinginan yang cepat dari lava pada suhu permukaan.. Menurut definisi resmi , basal didefinisikan sebagai batuan beku aphanitic yang mengandung, volume, kurang dari 20% kuarsa dan kurang dari 10% feldspathoid dan di mana setidaknya 65% dari felspar dalam bentuk plagioklas.

Batuan Basalt lazimnya bersifat masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik, plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam. Kandungan mineral Vulcanik ini hanya dapat terlihat pada jenis batuan basalt yang berukuran butir kuarsa, yaitu jenis dari batuan basalt yang bernama gabbro.

TYPE BASALT : Berdasarkan komposisi kimianya, basalt dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu basalt alkali dan basalt tholeitik. Perbedaan di antara kedua tipe basalt itu dapat dilihat dari kandungan Na2O dan K2O. Untuk konsentrasi SiO2 yang sama, basalt alkali memiliki kandungan Na2O dan K2O lebih tinggi daripada basalt tholeitik.

KOMPOSISI KIMIAWI Al2O3,SiO2, TiO2, K2O, MnO2, MgO, CaO

CIRI BASALT : Secara petrografi, basalt alkali mengandung fenokris olivin, titanium-augit, plagioklas dan oksida besi, serta nephelin. Sedang basalt tholeitik mengandung plagioklas-Ca, augit subkalsik, pigeonit (piroksin miskin Ca), gelas antar kristal (interstitial glass) dan struktur saling tumbuh kuarsa-feldspar. Basalt tholeitik adalah tipe basalt yang lewat jenuh (oversaturated) dengan silika, sedang basalt alkali bersifat underaturated dengan silika yang ditunjukkan dengan kehadiran nepheline.

PEMBENTUKAN BASALT : Basalt alkali khas dijumpai di daerah kerak benua yang terangkat berbentuk kubah (updomed continental crust) dan kerak benua yang mengalami rifting (rifted continental crust), dan pulau-pulau oseanik seperti Hawai.
Basalt tholeitik khas dijumpai di lantai samudera, atau sebagai lava ekstrusi yang sangat besar sehingga membentuk plateau di kerak benua, contohnya Deccan Trap di India.

KEGUNAAN BASALT : Basalt kerap digunakan sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll) dan sebagai agregat.

DAFTAR PUSTAKA:

  • Hyndman, Donald W. (1985). Petrology of igneous and metamorphic rocks
  • Rocks Minerals Properties of Basalt Stones.2011.

http://wn.com/Rocks_Minerals__Properties_of_Basalt_Stones. diakses pada 26 Mei 2011

TEKSTUR TANAH

Posted on : 14-03-2011 | By : Rendika Ferri Kurniawan | In : Uncategorized

1

ACARA IV

TEKSTUR TANAH

I.             ABSTRAKSI

Praktikum Penentuan Tekstur Tanah kali ini dilaksanakan pada hari Senin, 20 November 2005 di Laboratorium Tanah Umum, Jurusan Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Pada praktikum ini digunakan lima jenis sampel tanah yang akan diuji dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Tanah-tanah tersebut adalah entisol, vertisol, alfisol, ultisol, dan rendzina. Metode analisis kualitatif silakukan untuk menentukan jenis sampel-sampel tanah tersebut termasuk kategori tanah lempung, pasir, liat. Metode ini dilakukan dengan pemberian air pada masing-masing jenis tanah dan dilakukan secara manual, lalu dibemtuk atau dirasakan tingkat kekasaran dari sampel-sampel tanah tersebut. Tujuan dari perlakuan ini untuk mengetahui unsur dominan penyusun tanah. Diperoleh hasil pengamatan berupa bahan tanah entisol bertekstur kasar berupa pasir lempung debuan dan rendzina bertekstur lempung debuan.

II.          PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sifat fisik tanah mempunyai banyak kemungkinan untuk dapat digunakan sesuai dengan kemampuannya yang dibebankan kepadanya. Kemampuan untuk menjadi keras dan menyangga kapasitas drainase, dan kapasitas untuk melakukan drainase dengan menyimpan air, plastisitas, kemudahan untuk ditembus akar, aerasi dan kemampuan menahan retensi unsur-unsur hara tanaman, semuanya erat hubungannya dengan kondisi fisik tanah.

Tanah juga digunakan sebagai media pertumbuhan tanaman, ada sebagai penopang jalan raya serta pondasi bangunan. Oleh karena itu tekstur tanah merupakan sifat tanah yang lebih permanen dan terpenting dan akan dibahas.

Tekstur tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Tekstur tanah yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat memacu dan memperkuat tanaman untuk dapat tumbuh dengan baik, sehinnga segala sesuatu yang diperlukan karena faktor tanah dapat diperoleh. Tekstur tanah juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mendirikan suatu bangunan, apakah suatu bangunan tersebut dapat berdiri kokoh atau tidak di wilayah tersebut, sehingga perlu adanya suatu analisis untuk menentukan jenis tekstur tanah suatu area atau wilayah tertentu.

Penentuan tekstur tanah dapat ditentukan dengan metode analisis kualitatif, dengan merasakan tanah langsung dengan menggunakan jari tangan sehingga dapat diketahui tingkat kehalusan dan kekasarannya. Hal ini disebabkan karena penentuan tekstur tanah merupakan perbandingan fraksi tanah yang meliputi kandungan liat, debu, dan pasir dalam suatu massa tanah yang memiliki bentuk partikel yang berbeda-beda. Bila terasa halus maka tanah memiliki kandungan liat yang dominan dan bila kasar maka kandungan pasirnya dominan.

B. Tujuan

Tujuan praktikum kali ini adalah untuk menetapkan tekstur tanah secara kualitatif dalam keadaan basah.

III. TINJAUAN PUSTAKA

Tekstur merupakan sifat kasar-halusnya tanah dalam percobaan yang ditentukan oleh perbandingan banyaknya zarah-zarah tunggal tanah dari berbagai kelompok ukuran, terutama perbandingan antara fraksi-fraksi lempung, debu, dan pasir berukuran 2 mm ke bawah (Notohadiprawito, 1978).

Tekstur tanah menunjukkan perbandingan kasar-halusnya suatu tanah, yaitu perbandingan pasir, liat, debu serta pertikel-partikel yang ukurannya lebih kecil daripada kerikil. Partikel-partikel tersebut dapat berupa bahan-bahan induk yang belum terurai sempurna (Tan, 1991).

V.   HASIL PENGAMATAN

Kelompok

Nama Tanah

Tekstur

I

Entisol

Pasir Geluhan

II

Vertisol

Lempung debuan

III

Alfisol

Lempung pasiran

IV

Ultisol

Lempung debuan

V

Rendzina

Lempung debuan

VI. PEMBAHASAN

Tekstur tanah merupakan sifat menggambarkan kasar halusnya tanah dalam perabaan yang ditentukan oleh perbandingan berat fraksi-fraksi penyusunnya. Suatu fraksi yang dominan pada suatu tanah akan menentukan ciri dan jenis yang bersangkutan. Tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan yang kecil sehingga sulit menyimpan atau menyerap air dan unsur hara. Tanah yang bertekstur lempung atau liat mempunyai luas permukaan yang besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara sangat tinggi. Tekstur tanah ringan yaitu tanah yang didominasi fraksi pasiran lebih mudah diolah dibandingkan dengan tekstur berat yang didominasi fraksi lempung.

Apabila dirasai, partikel pasir di jari terasa keras dan tajam. Debu kering terasa seperti talk atau bedak, apabila lembab terasa agak licin seperti sabun. Sedangkan lempung apabila kering terasa menepung dan dalam keadaan basah melekat di jari dan liat.

Tekstur tanah dapat digolongkan :

1.      Apabila terasa kasar, berarti pasir, pasir geluhan

2.      Apabila terasa agak kasar, berarti geluh pasiran, geluh pasiran halus

3.      Apabila terasa sedang, berari geluh pasiran sangat halus, geluh, geluh debuan, debu

4.      Agak halus, berarti geluh lempungan, geluh lempung pasiran, geluh lempung debuan

5.      Halus, berari lempung pasiran, lempung debuan, lempung.

Dalam praktikum ini ada lima jenis tanah yang kita amati :

  • Tanah Entisol

Tanah cukup mengandung debu dan lempung untuk membuat tanah bersifat kohesi dan dapat dibentuk bola yang mudah retak. Sebagian besar terdiri dari pasir, tetapi ada cukup lempung utuk menimbulkan konsistensi agak liat. Dalam keadaan lembab setelah penambahan air bersifat kohesi dan meninggalkan selaput tanah. Oleh karena itu, entisol digolongkan pada pasir geluhan.

  • Tanah alfisol

Tanah alfisol dari hasil percobaan termasuk tanah bertekstur pasiran karena saat tanah dibuat bubur lalu digosok-gosokkan dengan jari terasa kasar merajai dan pita tanah dapat ditekan sehingga ujungnya melampui beratnya sendiri sejauh > 5 cm. tanah berkonsistensi liat dan lekat apabila dalam keadaan lembab, fraksi pasir dapat dirasakan dominan merajai.

  • Tanah Vertisol, Ultisol, dan Rendzina termasuk tanah lempung debuan dengan klasifikasi lempung debuan,  maka pada kondisi lempung strukturnya berupa gumpal dan konsistensinya teguh. Hampir deluruhnya terdiri dari bahan-bahan sangat halus, sifat licin dari debu sampai tingkat tertentu dapat menutupi sifat lekat lempung.

Tekstur tanah sangat mempengaruhi sifat fisik tanah seperti daya serap atau daya simpan air, permeabilitas aerasi, drainase, plasitas dan kelekatan.

VII.          KESIMPULAN

  1. Penentuan  tekstur tanah dapat menggunakan metode analisis kualitatif.
  2. Tanah entisol dapat digolongkan ke pasir geluhan.
  3. Tanah alfisol digolongkan tanah bertekstur lempung pasiran.
  4. Tanah vertisol, ultisol, dan rendzina termasuk tanah lempung debuan.
  5. Tekstur tanah mempengaruhi sifat fisika tanah.

DAFTAR PUSTAKA

Foth, H. D. 1998. Fundamentals of Soil Science ( Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Alih Bahasa : Ir. Endang Dwi Purbanti, M. S., Ir. Dwi Retno Lukiwati, M. S., dan Ir. Rahayuning trimulatsih ). Ed. Ir. Sri Andani B. Hudoyo, M. S. Gadjah Mada University. Yogyakarta.

Hakim, N. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas lampung. Lampung.

Notohadipranoto, R. M. Tejoyuwono. 1978. Asas-Asas Pedologi. Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Sarief, S. 1989. Fisika-Kimia Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung.

Tan, K. H. 1991. Principles of Soil Chemistry ( Dasar-Dasar Kimia Tanah, Alih Bahasa : Ir. Didiek Hadjar Goenadi, Msc. Phd. ). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Bruno Mars – Just The Way You Are [Official Video]

Posted on : 11-03-2011 | By : Rendika Ferri Kurniawan | In : Uncategorized

0

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera

Videos, Slideshows and Podcasts by Cincopa Wordpress Plugin